TAREKAT MARIA MEDIATRIX

PER MARIAM AD JESUM

Archives May 2024

Penyerahan diri Kepada Allah

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Adrianny Romena

Paroki asal: Paroki Hati Kudus Bemun

Bacaan I: Kej 3:9-15.20 | Bacaan Injil: Yoh 19:25-34

Para Suster yang terkasih…,

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan bersama hari ini terutama bacaan injil, mau mengatakan kepada kita bahwa Allah sungguh-sungguh mengasihi kita sehingga Ia rela menyerahkan PuteraNya untuk menebus dosa-dosa. Kesetiaan Yesus melakukan kehendak BapaNya sampai Ia wafat di Kayu Salib membuktikan cinta dan kasihNya kepada kita pengikut-pengikutNya. Begitupun dengan BundaNya Maria. Kesetiaan Bunda Maria untuk selalu mengikuti puteraNya Yesus Kristus sampai Ia wafat di Kayu Salib.

Bacaan pertama dari Kitab Kejadian 3:9-15,20 mengisahkan tentang manusia jatuh dalam dosa. Sama seperti Adam dan Hawa, saya pun pernah jatuh dalam dosa. Saya adalah anak yang sangat nakal. Suka melawan orang tua. Ketika saya tamat SMA saya mengutarakan keinginan saya untuk masuk suster. Kedua orang tua saya tidak merestui karena mereka menginginkan saya untuk kuliah. Karena keinginan saya begitu kuat untuk masuk suster, maka bapak saya mengusir saya dari rumah.

Para Suster yang Terkasih…,

Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang Yesus menyerahkan IbuNya kepada murid yang dikasihiNya. Penyerahan diri kepada Allah bukanlah hal yang mudah namun Bunda Maria begitu percaya akan rencana Allah baginya. Ia begitu taat kepada kehendak Allah. Ketaatan Maria sangat jelas ketika ia menerima kabar dari malaikat Tuhan.

Para Suster yang terkasih…,

Marilah sebagai orang beriman kepada Allah, kita menaruh kepercayaan, harapan dan doa-doa kita hanyalah kepadaNya. Kita memohon kepada Yesus agar penyerahan diri kita adalah sebuah kurban dan persembahan bagiNya dan sesama dengan tulus.




Tuhan Sumber Pengharapanku

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Rostika Aurelia Kameubun

Paroki Asal: Hati Kudus Yesus Ohoidertutu

Bacaan I: Kisah Para Rasul 19:1-8 | Bacaan Injil: Yohanes 16:29-33

Para Suster yang terkasih…,

Bacaan dari Kisah Para Rasul berbicara tentang sebuah panggilan yang telah diterima oleh Kedua Belas Rasul yang berhasil percaya atas kesaksian Paulus, sehingga mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan saat itu mereka dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga mereka pergi dan bersaksi tentang Yesus.

Dalam bacaan Injil mau mengatakan kepada kita bahwa menjadi pengikut Kristus tidaklah mudah, namun jika kita percaya bahwa Ia selalu ada bersama-sama dengan kita maka apapun kesulitan yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya. Tuhan ingin agar kita setia, sabar dalam memanggul salib kita masing-masing, karena diujung salib yang kita pikul ada sebuah kebahagiaan dan kemenangan.

Pengalaman panggilan saya dimulai sejak saya berada di bangku SMP. Saya tertarik masuk suster karena; pertama, cara berpakaian yang dikenakan pada patung Bunda Maria dan warna yang begitu indah. Kedua, karena pelayanan, pergaulan, sapaan dan renungan-renungan yang dibawakan oleh pastor dan suster.

Pada suatu hari saya mengutarakan kepada kedua orang tua saya bahwa saya ingin menjadi seorang suster namun orang saya tidak merestuinya. Saya menjalani masa SMP dengan baik. Ketika saya lulus SMP dan masuk SMA saya mengatakan lagi kepada orang tua saya bahwa setelah lulus SMA saya hendak masuk suster. Mereka lantas marah dan tidak menginginkan saya menjadi seorang suster.

Seiring berjalannya waktu keinginan saya menjadi seorang suster akhirnya direstui orang tua. Saya memilih TMM untuk menjadi biara untuk saya bisa menjadi seorang suster. Tepat tanggal 23 Agustus 2021 saya menulis surat lamaran. Surat saya dibalas oleh pihak tarekat pada tanggal 1 September 2021 dan saya sudah bisa tinggal di biara lansia Langgur.

Para Suster yang terkasih…,

Tuhan itu selalu memberikan pengharapan kepada semua orang yang percaya kepada penyelenggaraanNya. Semoga kita semua selalu dikaruniai rahmat dari Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita.

Tuhan Pasti Menolong

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Ivony Djabutafuran

Asal Paroki: Sta. Maria de Farima Dobo

Bacaan I: Kis. 16:11-15 | Injil: Yoh. 15:16-16:4a

Para Suster yang terkasih dalam Yesus Kristus…,

Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul yang kita dengarkan yakni tentang pewartaan rasul Paulus di Filipi yang telah membuka hati seorang perempuan bernama Lidia. Dia meminta kepada Paulus untuk dibaptis beserta seisi rumahnya. Artinya, pewartaan Paulus membuahkan hasil. Ia berhasil meyakinkan orang-orang untuk percaya dan menjadi pengikut Kristus. Dalam bacaan yakni dari injil Yohanes, Yesus mengungkapkan kebenaran agar kita tidak kecewa dan menolak dia. Konsekwensi mengikuti Kristus yaitu dikucilkan.

Para Suster yang terkasih…,

Hal yang sama saya alami sebelum masuk biara. Awal tertarik masuk biara sebenarnya sudah sejak kecil. Berawal dari pertanyaan seorang pastor; ade kalau besar mau jadi apa? Saya menjawab, mau jadi guru. Lalu pastor katakan, ah, jadi suster sudah mo. Dengan spontan saya menjawab, iya saya mau jadi suster. Sejak masa kecil saya ketika para suster melaksanakan promosi panggilan di Hari Minggu Panggilan, saya ingin sekali mau mengenakan pakaian suster.

Para Suster yang terkasih…,

Benih panggilan itu terus bertumbah subur dengan kehadiran para suster. Meskipun terkadang ada godaan-godaan kecil yang datang tetapi saya terus memantapkan hati hingga tamat SMA. Saat masuk biara kedua orang tua saya mendukung keinginan saya kendati dari beberapa anggota keluarga saya yang tidak mendukung. Saya ditolak tetapi saya terus berdoa dan meminta petunjuk dari Tuhan. Saya selalu berdoa: “Tuhan, kalau Engkau menghendaki agar saya mengikutiMu, berikanlah jalan keluar yang terbaik bagiku”. Syukurlah bahwa Tuhan menghendaki saya masuk biara.

Para Suster yang terkasih…,

Konsekuensi mengikuti Yesus memang berat namun Tuhan menghedaki agar kita sabar menghadapi semua tantangan yang kita hadapi. Berdoa kepada Tuhan adalah sebuah jalan menuju kemenangan. Tuhan akan memampukan kita untuk bersaksi tentang kebangkitanNya.

Korban: Syarat mutlak mengikuti Yesus

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Ambrosia Remetwa

Paroki Asal: Hati Kudus Yesus Ohoidertutu

Bacaan I: Kis. 14:5-18 | Bacaan Injil: Yoh. 14:21-26

Para suster yang terkasih…,

Dalam bacaan pertama mengisahkan orang-orang pada zaman itu yang belum mengenal Yesus dalam perbuatan-perbuatan baik para murid Yesus. Mereka mengira bahwa semua itu berasal dari dewa-dewa mereka. Bacaan injil mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan dan mencintai. Mengasihi bukan hanya dengan kata-kata namun juga dengan perbuatan. Cinta tanpa pengorbanan adalah sia-sia. Kita yang dipanggil secara khusus untuk mengikuti Tuhan, telah mengkonkritkan rasa cinta kita kepada Tuhan dengan mampu meninggalkan segala kenyamanan kita, cita-cita kita, orang-orang yang kita kasihi untuk mengikuti Yesus dan melayani banyak orang.

Bertolak dari kedua bacaan ini saya ingin membagikan pengalaman saya ketika saya pertama kali dipanggil untuk menjdi seorang biarawati. Saya terpanggil untuk menjadi suster ketika saya lulus SMA. Saya tertarik dengan salah seorang suster TMM yang mengikuti ret-ret di kampung saya. Ketika melihat suster tersebut tiba-tiba saya berkeinginan untuk menjadi seorang suster. Keinginan itu saya utarakan kepada kedua orang tua dan kaum keluarga. Mereka menyetujui hanya ayah saya saja yang tidak menyetujui. Ayah menginginkan saya kuliah karena ayah telah menyiapakan semua perlengkapan perkuliahan. Pada akhirnya ayah menyetujui keinginan saya menjadi seorang suster karena itu sudah menjadi keputusan bulat saya. Ayah menyetujui permintaan saya tapi dengan satu syarat bahwa semua perlengkapan dan kebutuhan yang berkaitan dengan biara ditanggung sendiri.

Para suster yang terkasih…,

Dari pengalaman ini saya belajar bahwa mencintai Tuhan Yesus dan mengikutiNya tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus kita korbankan. Tuhan sendiri telah mengajarkan pngorbanan itu dengan sengsara dan wafat di kayu salib. Itulah pengorbanan dan cinta Yesus yang amat besar untuk kita. Marilah membagikan cinta Tuhan kepada sesama bukan hanya dengan perkataan tetapi juga dengan tindakan. Marilah kita belajar untuk selalu mengenal Yesus dalam setiap pengalaman hidup kita sehari-hari dan mewartakan karya keselamatan Tuhan bagi setiap orang yang kita jumpai.

Kirim Pesan
1
Tarekat Maria Mediatrix
Halo. Selamat datang di Tarekat Maria Mediatrix.
Ada yang bisa kami bantu?