TAREKAT MARIA MEDIATRIX

PER MARIAM AD JESUM

Belajar Meneladani Kristus

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Pauline Balia

Asal Paroki: St. Petrus Fordata

Bacaan Pertama: Kis 6:8-15 | Bacaan Injil: Yoh 6:22-29.

Para Suster yang terkasih…,

Lewat sabda Tuhan yang telah kita dengar bersama hari ini Tuhan Yesus mengajarkan tentang: berdoa dan percaya serta mengikuti kehendak Tuhan. Bacaan injil motivasi orang banyak mencari Tuhan Yesus karena terpenuhi kebutuhan makanan, padahal yang terpenting adalah; berdoa dan percaya serta mengikuti cara hidupnya.

Para suter yang terkasih…,

Dalam refleksi saya mengingat kembai peristiwa-peristiwa selama masih tinggal dengan kedua orang tua. Saya pernah membuat mama menangis karena saya terlau sayang diri sendiri, daripada menolong orang tua. Di saat saya tidur mama membangunkan saya untuk meminta tolong ojek agar mama pergi memberi makan babi piaraan. Namun jawaban saya kepada mama: saya malas, bangun tidur baru saya pergi. Lalu kata mama: kalau saya malas, siapa yang mau rajin. Lalu mama pergi dengan membawa makanan dua ember boyo, satu taruh di atas kepala dan satunya lagi di tenteng sambil meneteskan air mata. Ketika mama sudah pergi, saya kembali tidur tetapi saya merasa tidak nyaman. Di saat saya melihat mama menangis, saya merasa sangat bersalah dan menjadi anak yang tak berguna.

Para suster yang terkasih…,

Melalui pengajaran Tuhan Yesus, mari kita belajar mengikuti cara hidupnya dan kita sebagai orang terpanggil yang menjadi teladan bagi orang lain. Dalam bacaan pertama, Stefanus mewakili pemberita-pemberita firman yang penuh dengan Roh Kudus harus menanggung penderitaan karena fitnah dari orang-orang yang menolak pewartaan tentang Yesus. Stefanus juga mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus meskipun harus mengorbankan nyawa.

Mari kita berdoa semoga kita mampu membuka diri dan membiarkan Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita masing-masing, agar kehidupan kita memancarkan terang kebaikan bagi sesama yang kita jumpai.

TUHAN ITU PENYEMBUH

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Maria Xaveria Merek

Asal Paroki: Hati Kudus Yesus Morotai-Maluku Utara

Bacaan I: Yesaya 65:17-21.

Bacaan Injil: Yohanes 4:43-54

Para suster yang terkasih,…

Bacaan hari ini mengisahkan peristiwa penyembuhan. Tidak ada yang mustahil ketika kita benar-benar pecaya dan menaruh harapan sepenuhnya pada rencana dan kehendak Tuhan. Kita pasti disembuhkan dari berbagai penyakit fisik maupun psikis.

Dalam perjalanan panggilan ini, saya pernah mengalami sakit. Ceritanya berawal dari sini. Sejak masa kecil saya bercita-cita untuk menjadi pelayan Tuhan. Saya pernah mengutarakan keinginan ini kepada kedua orang tua dan pastor paroki bahwa saya ingin menjadi pastor. Lantas mereka mengatakan bahwa perempuan tidak bisa menjadi pastor hanya bisa menjadi seorang suster.

Setelah lulus SMA pada tahun 2020, saya bersiap-siap untuk mewujudkan mimpi saya menjadi seorang suster. Saya meminta restu dari orang tua berangkat ke Ambon untuk masuk biara tetapi tidak diijinkan karena masih Corona. Beberapa bulan kemudian saya mengutarakan hal yang sama kepada orang tua dan lagi-lagi tikda diijinkan dengan alasan bahwa transportasi belum dibuka.

Sewaktu liburan di kampung, saya jatuh sakit. Saya menderita sakit tenggorokan dan deman. Saya mulai mengonsumsi obat medis tetapi tidak ada perubahan. Saya di bawa ke rumah sakit tetapi tidak ditemukan penyakitnya. Saya juga di bawa ke penyembuh kampung tetapi tak kunjung sembuh. Selama seminggu saya susah makan. Saya melihat kedua orang tua ku selalu berdoa untuk kesembuhan saya.

Pada satu hari kedua orang tua ku mendengar berita bahwa Pastor Paroki sedang mengadakan pelayanan di Stasi Cendana. Mereka mengundang pastor ke rumah agar bisa mendoakan saya yang sedang sakit. Ketika mendengar suara pastor, saya pun bangun dan memeluk pastor. Pastor melilitkan stola ungu pada leher saya dan mengatakan di ujung stola ini ada sehelai jubah Yesus. Dalam hati saya berdoa, Tuhan Engkau pasti memelihara apa yang Engkau bangun sendiri dalam diri saya. Pastor mengebaskan debu pada leher saya dan mengatakan, besok ke pastoran, kita siap-siap ke Ambon. Setelah pastor kembali saya sembuh dan bisa makan.

Para suster yang terkasih,…

Apa yang tidak mungkin bagi kita, sangatlah mungkin bagi Allah. Ketika kita serahkan pergumulan hidup kita kepada Tuhan maka Tuhan menyelamatkan kita. Kita akan disembuhkan oleh Tuhan asal kita sungguh percaya akan rahmat penyembuhan Tuhan itu sendiri. Marilah kita menjaga iman kita kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang berkarya atas hidup kita.

IMAN YANG MENYELAMATKAN

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Hilariani Christy

Paroki asal: St. Petrus Remu-Sorong

Wayare, 04 Maret 2024

Bacaan I: Kitab 2 Raja-raja: 5:1-15a.

Bacaan: Injil Lukas 4:24-30.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, …

Bacaan injil Lukas mengisahkan tentang Yesus mengalami pengalaman pahit ditolak diu Nazareth kampung asalNya. Saya mau membagikan pengalaman bagaimana sayapun penolakan sejak saya masih di dalam kandungan. Ibu saya tidak menginginkan kehadiran saya di dunia.

Saya berasal dari keluarga muslim yang fanatik. Saat saya duduk di bangku SMP, saya memutuskan untuk menjadi seorang katolik. Keputusan ini membuat saya dibenci dan tidak dianggap lagi sebagai bagian dari anggota kelurga.

Setelah saya lulus sekolah, saya langsung mulai mencari pekerjaan. Saya mendapatkan pekerjaan di bagian kontraktor dan saya sudah memiliki penghasilan bunannya. Dari penghasilan yang saya terima, saya mulai menabung dan puji Tuhan saya bisa membeli rumah dan kendaraan. Sejak t ahun 2013, saya mulai bekerja di beberapa perusahan. Penghasilan saya pun bertambah. Motivasi saya adalah agar saya bisa memperoleh penghasilan yang banyak dan saya bisa memperoleh kepuasan dari pekerjaan itu. Saya mengakhiri pekerjaan di pelbagai perusahan pada tahun 2019 dan memutuskan untuk masuk biara menjadi seorang suster .

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, …

Saya menyerahkan hidup saya untuk fokus pada Tuhan Yesus untuk melayani, mengabdi dan bekerja di Kebun AnggurNya. Saya memilih jalan ini agar hidup saya berguna dan berarti. Artinya, semua jalan berarti bagi Tuhan apapun itu untuk masing-masing pribadi dan saya memilih jalan menjadi seorang biarawati. Keputusan besar ini ini membuat saya semakin dibenci dan disangkal oleh keluarga. Masih terngiang di ingatanku tentang kata-kata kakak kandungku: “Kalau kamu berani masuk biara kamu bukan adiku lagi, saya bukan kakakmu. Bagi saya kamu sudah mati.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, …

Tuhan Yesus meskipun mengalami penolakan di kampung halamanNya, Ia tetap melakukan pekerjaanNya untuk menyembuhkan orang sakit, membuat mujizat dan menyelamatkan banyak orang. Dalam hidup ini saya mengalami penolakan begitu banyak, dibenci, dihujat dan lain-lain. Apakah saya mundur? Sama sekali tidak ! Saya hanya memiliki iman akan Kristus, itu sudah cukup bagi saya. Saya percaya Tuhan akan menyelesaikan menurut cara Tuhan. Atas dasar itu, saya harus tetap bangkit bila jatuh. Saya bermenung bahwa pengalaman pahit dalam hidup bukan untuk disimpan di dalam hati tetapi harus dipersembahkan dalam terang Kasih Tuhan.

Bacaan pertama mengisahkan bagaimana seorang panglima bernama Naaman yang di sembuhkan dari penyakit kusta di sembuhkan karena ia memiliki iman yang kuat. Saya pun merasa disembuhkan dari pengalaman pahit ditolak dan dibenci, kini saya merasa bahagia dan damai dengan iman yang saya pilih dan menjadi seorang biarawati. Dalam iman saya pecaya bahwa jalan ini akan menyelamatkan saya.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, …

Janganlan kita putus asa saat kita mengalami penolakan, dibenci atau dihujat. Kita percara bahwa Tuhan dengan kasih setiaNya tetap menolong dan menyelamatkan kita. Tuhan selalu melindungi dan menjaga kita orang-orang selalu berharap padaNya. Roh Tuhan menyertai kita.

Kemurahan Hati yang Melahirkan Perilaku yang Baik

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Penulis: Sr. Bonifasia Djondjonler

Asal Paroki: Bunda Hati Kudus Bemun

Sebelum saya masuk biara, saya mengalami kemurahan Hati Tuhan melalui keluarga dan sahabat-sahabat saya. Saya tergolong anak nakal saat mengenyam pendidikan di sekolah menengah. Saya tidak pernah bergaul dengan teman perempuan. Saya hanya berteman dengan laki-laki dan tidak betah di rumah. Saya pernah dihukum bapak saya dan pada saat itu saya sadar bahwa kemurahan Hati Tuhan mampu merubah perilaku saya. Melalui didikan bapak saya Tuhan sesungguhnya mau merubah setiap perilaku yang tidak baik.

Saat ini, melalui para suster saya banyak belajar dan mau menerima semua nasihat dari teman-teman. Lantas saya bertanya, apa artinya murah hati? Murah hati adalah perintah Tuhan yang harus dinyatakan dengan tindakan yang konkrit. Tuhan yang Maha murah hati telah mencurahkan rahmat pengampunan kepada manusia, maka manusia harus mengasihi sesamanya.

Saat ini saya berada di biara ini adalah tanda kemurahan Hati Tuhan yang memanggilku untuk menjawab panggilannya. Saya dipanggilnya untuk bekerja di ladangNya untuk membantu orang susah dan melayani sesama sebagai gambaran wajah Allah.

Allah telah memanggilku dengan cuma-cuma, maka di jalan ini saya belajar membagi kemurahan hati dengan mengasihi sesama dengan cuma-cuma pula. Semoga Tuhan memberkatiku dan kita semua.

SELAYANG PANDANG SMA MARIA MEDIATRIX AMBON

Bagikan kepada teman-teman anda ...
SR. DITHA, TMM
  1. Sejarah Berdirinya SMA Maria Mediatrix Ambon

Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat seperti yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan Bab XIII pasal 31 ayat 1-5. Pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang relevan dengan perkembangan IPTEK dan IMTAQ agar setiap Warga Negara Indonesia memiliki kecerdasan yang tangguh dalam setiap bidang pengetahuan. Hal tersebut di atas sangat berdampak bagi lulusan siswa SMP Naskat Maria Mediatrix dan juga belum dapat dirasakan oleh setiap anak bangsa secara merata dalam bidang pendidikan.

Salah satu masalah yang sampai saat ini sangat terasa adalah pada saat penyaluran siswa baru. Sekalipun sudah ada juknis dan juklak yang diturunkan oleh pihak dinas pendidikan untuk mengatur tata cara penyaluran siswa baru seperti sistem rayonisasi ditambah dengan rapat-rapat yang diadakan oleh MKKS namun masalah itu tidak dapat terselesaikan. Banyak siswa yang tidak dapat diterima di sekolah yang ditujui dengan alasan”Ruang belajar yang terbatas”. Dengan demikian pihak sekolah sibuk untuk berupaya agar siswa dapat diterima dengan berbagai cara yang diluar ketentuan yang berlaku.

Hal seperti di atas sangat berdampak bagi SMPNK MM yang berstatus sekolah swasta yang sulit sekali diterima di SMA/SMK yang berstatus negeri dengan berbagai alasan. Dengan kesulitan dan hambatan yang dihadapi setiap penyaluran siswa baru maka kepala sekolah berkonsultasi dengan ketua Yayasan Bintang Timur untuk membuka SMA Maria Mediatrix sebagai jawaban dalam menyelesaikan masalah tersebut.

  • Latar belakang pendirian SMA Maria Mediatrix Ambon
  • Sejak tahun 1990 sampai dengan tahun 1992 lulusan SMPNK MM sulit diterima dalam penyaluran siswa baru.
  • SMA Xaverius yang merupakan sekolah induk untuk lulusan SMPNK MM membatasi penerimaan akibat sistem rayonisasi
  • SMP dalam satu rayon membatasi penerimaan siswa baru dengan alasan daya tampung terbatas
  • Cara mengatasi masalah tersebut:
  • Melaporkan kondisi tersebut kepada ketua Yayasan Bintang Timur Dra. Sr Yosephina Nurmalay TMM yang sekaligus sebagai Pembina dan Pemimpin Umum Tarekat Maria Mediatrix
  • Ketua Yayasan Bintang Timur memberikan surat rekomendasi kepada Nn.C. Laratmasse mewakili yayasan Bintang Timur untuk menghubungi instansi yang bersangkutan untuk pendirian SMA Maria Mediatrix Ambon.
  • Langkah-langkah yang dibuat
  • Ketua Yayasan Bintang Timur mengadakan pendekatan dengan meminta rekomendasi dari pihak
  • Majelis Persekolahan Swasta (MPS) Provinsi Maluku
  • Majelis Persekolahan Katolik (MPK)
  • Kepala Sekolah SMA Xaverius sebagai sekolah induk bpk Drs. N. Ngabalin
  • Ketua Yayasan Bintang Timur membuat surat permohonan pendirian SMA Maria Mediatrix kepada Kepala Kantor Departemen pendidikan dan kebudayaan Kota Ambon dengan  Nomor: 59/YBT/KA-TMM/92 tanggal 12 Oktober 1992 dengan melampirkan rekomendasi-rekomendasi tersebut
  • Dasar Hukum Pendirian SMA Maria Mediatrix Ambon
  • Surat Kepala kantor Departemen Pendidikan Kota Ambon Nomor 92/I/17.1/A/92, tanggal 01 Desember 1992 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Nomor 87/I.17/M/93, tanggal 04 September 1993, tentang persetujuan Pendirian SMA Maria Mediatrix Ambon. Sertifikat Nomor data Sekolah (NDS) U 05034005 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 25 Januari 1994.
  • Pengusulan pendirian SMA Maria Mediatrix Ambon dengan kepala sekolah atas nama Dra. Sr Lucia Renyaan TMM. Dengan demikian, pada tahun pelajaran 1994/1995 SMA Maria Mediatrix resmi menerima siswa baru dengan siswa SMP Naskat Maria Mediatrix Lulusan tahun 1994 dengan satu ruang belajar jumlah siswa saat itu 40 orang.  

Dengan berkat Tuhan dan doa Bunda Maria Pengantara, Yayasan Bintang Timur telah memiliki TK Maria Mediatrix I dan II, SD Naskat Maria Mediatrix I dan II, SMP Naskat Maria Mediatrix dan SMA Maria Mediatrix di tahun pelajaran 1994/1995. Dengan deikian maslah penyaluran siswa lulusan SMP Naskat Maria Mediatrix ke SMA Maria Mediatrix tidak lagi mengalami kesulitan. SMA Maria Mediatrix berdiri tanggal 04 September 1993 sehingga akan berulang tahun yang ke 30 pada tanggal 04 September 2023

Sesuai amanat pemerintah kepada Yayasan Bintang Timur sebagai mitra kerja dalam membangun, mengatasi kebodohan dan kemiskinan maka tercatat SMA Maria Mediatrix dapat bersaing dengan SMA Negeri maupun swasta yang berada di kota Ambon dan memiliki hak dan kewajiban membina dan mengembangkan pendidikan di lembaga ini sesuai harapan yang diembankan pemerintah sekalipun terbentur dengan minimnya dana operasional namun Yayasan Bintang Timur tetap memperjuangkan, mempertahankan, meningkatkan mutu pendidikan di SMA Maria Mediatrix Ambon.

Sejak berdirinya SMA Maria Mediatrix Ambon, banyak menerima siswa dari berbagai komunitas namun setelah kota Ambon dilanda konflik sosial maka komunitas yang ada saat ini hanya dari Kristen katolik dan Kristen Protestan.

Kendala biaya bukan merupakan tantangan bagi Tarekat Maria Mediatrix dan pemimpin SMA Maria Mediatrix Ambon saat ini, tetapi dengan animo dan cita-cita luhur untuk membangun budi pekerti luhur bagi anak-anak Tuhan inilah yang utama bagi Tarekat Maria Mediatrix Ambon dan personel yang ada pada SMA Maria Mediatrix Ambon.  Kepemimpinan sebagai  kepala sekolah sejak berdirinya SMA Maria Mediatrix Ambon sebagai berikut :

  1. Dra. Sr Lusia Renyaan TMM tahun 1993 – 1995
  2. Drs. Leopold Malirafin tahun 1995 – 2006
  3. Ny. Rosa Fautngilyanan S.Pd,M.Pd  tahun 2006 – 2019.
  4. Sr Rosalia Sakliressy TMM (Yuliana Sakliressy S.Pd) tahun 2019 – 2022
  5. Sr Editha Ngobut TMM (Paulina Ngobut S.Pd,M.Pd) tahun 2022 sampai saat ini.

Sejak berdirinya SMA Maria Mediatrix Ambon, kehadiran siswa/siswi melonjak sangat banyak mengingat satu-satunya SMA Swasta yang baru mulai di buka di kecamatan Nusaniwe. Seiring perjalanan waktu,  kota Ambon dilanda dengan konflik sosial, sekaligus dibuka sekolah negeri dan swasta lain di kecamatan Nusaniwe seperti SMA Negeri 10, SMA Negeri 6, SMA Negeri 12, SMA Swasta Ekumene, SMA Lentera, SMK Kesehatan, maka dampaknya adalah kehadiran siswa/siswi di SMA Maria Mediatrix sudah mulai berkurang sampai saat ini. Namun kami tetap yakin dan berjuang serta berpegang teguh pada animo masyarakat dan kepercayaan pada sekolah Swasta Katolik melalui perhatian dalam hal iman, karakter dan budi pekerti luhur juga prestasi akademik dan non akademik, kreasi seni dan tentu saja lulusan dari SMA Maria Mediatrix Ambon mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan dan cita-cita mereka, menjadi yang terbaik, berprestasi dalam profesi dan karier serta menjadi berkat bagi semua orang yang dilayani.

Besar harapan kami semoga sejarah dan latarbelakang berdirinya SMA Maria Mediatrix Ambon ini dapat dibaca, dipahami, sehingga dapat diketahui dan menjadi acuan bagi siapa saja yang berhati mulia dan memberikan kritik dan saran yang membangun serta motivasi dan apresiasi demi meningkatkan kualitas pendidikan pada sekolah ini.

PER MARIAM AD JESUM

BERPASTORAL DI TANAH MALIND KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE

Bagikan kepada teman-teman anda ...

Pendahuluan

Sejak tahun 1905 Misi Katolik secara institusi/lembaga menginjakkan kaki di selatan Papua lebih khusus Merauke (Buti-Wendu). Masyarakat Marind menerima Yesus (Amai), lewat pewartaan para Misionaris Hati Kudus. Dari Merauke, tersebarlah berita keselamatan (injil) di selatan Papua (Asmat, Boven dan Mapi). Ada begitu banyak karya Misionaris Hati Kudus yang melekat dalam diri manusia Marind-Anim (manusia sejati), baik karya; pendidikan, kesehatan, penggembalaan dan pelatihan. Hal ini yang menjadi tuturan sejarah bagi masyarakat Marind dari generasi ke generasi. Saat ini, Misionaris telah pergi, mereka telah berhasil dalam karya pastoralnya, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan memanusiakan manusia Marind. Tentunya ada begitu banyak bibit yang telah ditabur oleh para Misionaris, buktinya adalah lahir para tenaga pastoral yang melanjutkan karya Misionaris. Lewat catatan para Misionaris akan sulitnya berpastoral di wilayah selatan Papua, menjadi acuan bagi  tenaga pastoral sekarang.

Dipanggil untuk menjadi seorang tenaga pastoral tidaklah mudah. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kesulitan, baik medan yang menantang, karakter umat yang beragam dan situasional komunitasi yang dihadapi. Mengingat kegiatan berpastoral adalah karya penggembalaan. Yang mana, lewat pengukuhan, seorang tenaga pastoral mengemban tugas penggembalaan sejauh yang diharpakan oleh Gereja Lokal. Kesetiaan seorang tenaga pastoral teruji ketika ia harus hidup dan menyatu dengan umat yang digembalakan/dilayani.

Sejak ditugaskan oleh tarekat untuk berpastoral di tanah datar sejauh mata memandang, di ufuk timur nusantara, ya tepatnya di tanah Malind (Marind) Merauke Papua Selatan.  Pada tahun 2012, Saya diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan sebagai tenaga katekis-pastoral di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Kurang lebih 4 (empat) tahun saya menyelesaikan pendidikan dan diwisudakan pada tahun 2016 dengan gelar Sarjana Pendidikan (SPd).  Ada begitu banyak kisah yang dialami dan dilalui. Ada canda dan tawa, ada sedih dan haru, ada suka dan duka. Semua menyatuh dalam diri, dan dibalut dalam nuansa kegembiraan yang sulit diterawang. Walaupun sulit, namun cinta yang menembus sekat-sekat pemisah, telah menjadi motivasi dan dasar pelayanan kepada mereka yang memerlukan pelayanan. Manusia Malind-Anim adalah subjek dalam pelayanan saya. Mereka terbagi dalam 3 (tiga) sub suku besar, yakni: Marind Dek/Pantai, Marind Kanum dan Marind Yeinan. Ketiga Sub Suku ini yang mendiami wilayah Merauke. Masyarakat Pinggiran Pantai (Marind Pantai), wilayah Darat (Kanum) pesisir Kampung Wasur menuju Sota, dan wilayah bukit Erambu-Bupul-Muting (Marind Yeinan). Selain 3 suku besar ini, ada juga Suku Marind Pulau (Kimam). Inilah gambaran wilayah pastoral dan karakter subjek pastoral yang saya layani.

Reksa Pastoral

Dalam tugas dan pelayanan, saya diberikan kesempatan untuk menjadi tenaga pastoral di Paroki Kristus Raja Mopah Lama. Paroki ini adalah salah satu dari 9 Paroki di wilayah Kevikepan Merauke. Paroki ini memiliki wilayah/stasi yang menjangkau 3 sub suku Marind yang disebutkan. Mulai dari wilayah Mopah (Marind Pantai) sampai wilayah Yanggandur-Sota (Kanum-Yeinan). Dengan jumlah stasi adalah 6 stasi.

  Ada begitu banyak karya dan pelayanan yang telah saya lakukan dalam tugas sebagai tenaga pastoral di wilayah Malind Kesukupan Agung Merauke, yakni:

  1. Penggembalaan sebagai bentuk pembinaan, yaitu tugas membentuk watak seseorang dan mendidik mereka menjadi murid Kristus yang baik. 
  2. Penggembalaan sebagai pemberitaan firman Allah melalui pertemuan antar pribadi, kelompok kecil, walaupun juga dilakukan dalam khotbah dan liturgi. 
  3. Penggembalaan sebagai pelayanan yang berhubungan dengan sakramen. 
  4. Penggembalaan sebagai pelayanan penyembuhan, yaitu pelayanan rohani yang mengakibatkan penyembuhan fisik, dan lain-lain.
  5. Penggembalaan adalah pelayanan kepada masyarakat, yaitu pelayanan sosial dan pelayanan.
  6. Penggembalaan sebagai pelayanan dimana manusia yang terlibat dalam interaksi menantikan dan menerima kehadiran dan partisipasi Tuhan Allah. 
  7. Penggembalaan sebagai sebagai konseling pastoral yang menggunakan teknik-teknik khusus (ilmu-ilmu humaniora) khususnya psikologi.
  8. Pastoral care pemeliharaan rohani dari golongan-golongan yang memerlukan perhatian khusus, misalnya, pastoral care untuk orang sakit. Di rumah sakit, mereka sudah  menerima perawatan secara jasmani.

    Selain itu, selama menempuh pendidikan di lembaga STK-Santo Yakobus Merauke, saya juga menjadi petugas Pastoral pada saat kegitan Asistensi Paskah dan Natal, serta wikend yang diselenggarakan oleh lembaga. Kegiatan-kegiatan ini menjadi syarat saat wisuda nanti. Dengan asistensi seorang tenaga Pastoral akan memiliki pengalaman guna menjadi bekal dalam tugas perutusannya dikemudian hari.

    Reksa pastoral yang saya jalani di Paroki Mopah Lama dan beberapa Paroki lain dalam Asistensi (Natal-Paskah), merupakan kegembiraan dan harapan saya. Mengingat mereka yang terlupakan, mereka yang menderita, merupakan penderitaan bagi Kristus juga (LG). Sebagai Murid Kristus, sudah layak dan pantas untuk melayani umat Allah di wilayah pinggiran, pedesaan dan pedalaman. Walaupun diterjang hujan dan badai, saya tetap siap melayani.

    Penutup

    Menjadi seorang tenaga pastoral bukan kebetulan atau keterpaksaan, tetapi lebih dari itu yakni sebuah panggilan. Panggilan Allah kepada mereka yang dipilih untuk menjadi saksi dan pemegang berita keselamatan. Tentu menjadi petugas pastoral tidaklah mudah, sehingga dengan berlandaskan pada doa dan ketekunan, menjadi spirit utama bagi seorang pewarta. Mengingat tenaga pastoral adalah ‘tim sukses Kristus’. Berbeda dengan tim-tim yang lain. Tidak ada tujuan duniawi (kekayaan)  yang diperoleh dari hasil sebagai tenaga pastoral, mungkin cacian, hinaan, bahkan kematian yang siap diterima oleh sang pewarta. Hal ini, menjadi boomerang bagi sekian banyak orang untuk mengentikan langkah menjadi tenaga pastoral.

    Harapan dari seorang tenaga pastoral adalah; menemukan jiwa-jiwa yang tersesat, jiwa-jiwa yang jauh dari Tuhan, sehingga mereka akan diantar kembali kepadaNya. Inilah tujuan utama dalam pewartaan. Tenaga pastoral dikuatkan dengan Sabda Tuhan dalam Matius 6:33-34 ‘carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu ditambahkan kepadamu’. Selain itu, Injil Lukas 10:20 ‘bersukacitalah karena namamu telah terdaftar di surga’.

    Dasar Firman ini, telah melebur dalam diri saya, sehingga dalam karya pastoral saya di Tanah Malind, berjalan dengan baik. Ada beberapa hal yang menguatkan diri saya apabila mengalami masalah, yakni:

    1. Selalu bertekun dalam doa; seorang petugas pastoral sebelum dan sesudah melayani, maka ia harus memiliki watu yang cukup dengan Kristus. Waktu itu digunakan sebagai wadah untuk berdialog dengan Tuhan yang telah memilihNya.
      1. Menghindari sifat sombong; kesombongan adalah kunci kehancuran dan akar permasalahan. Apabila seorang tenaga pastoral menganggap dirinya hebat, maka ia akan jatuh dalam karya dan pelayanan.
      1. Kembali pada Misi; lewat catatan Misionaris, saya meyakini sungguh akan tujuan yang hendak dicapai (penyelamatan jiwa), oreantasi pastoral saya adalah pelayanan dan bukan hal lain.

    Tiga hal ini, menjadi kunci keberhasilan saya dalam karya pastoral di tanah datar Malind Keuskupan Agung Merauke. Saya selalu merefleksikan perkataan dari pendiri tarekat (Mgr. Yohanes Aerts) ‘Demi Kristus raja Kita, jadilah’. Lewat permenungan ini, saya mengambil simpulan bahwa segalah sesuatu yang saya laksanakan hanya kepada Kristus yang telah menebus dosa-dosa saya. Sehingga segalah sesuatu yang telah saya rencanakan akan ‘terjadi’ sesuai dengan firmanNya.

    Oleh: Sr. Tarsisia Bauw, TMM

    SEJARAH BERDIRINYA SMP NASKAT MARIA MEDIATRIX – AMBON

    Bagikan kepada teman-teman anda ...

    Ditulis oleh : SR. EDITHA, TMM

    SMP Naskat Maria Mediatrix-Ambon, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berdiri di Kota Ambon, sejak tahun 1989 dengan nama SMP Katolik II Ambon, di bawah naungan Yayasan Santa Teresia, milik Keuskupan Amboina. Dalam proses perkembangannya, berdasarkan surat izin menyelenggarakan pendidikan atas SMP Katolik II – Ambon, oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depdikbud Propinsi Maluku, Nomor : 36/I. 17/M/90, Tertanggal       15 Juni 1990 maka Yayasan Santa Theresia mengeluarkan surat keputusan,  Nomor : 019/YT/IM/KA/VI/1990, Tentang izin menerima siswa baru, pada tahun ajaran 1990/1991. Melihat kondisi demikian, Tarekat Maria Mediatrix (TMM), berusaha untuk mendirikan sebuah lembaga yaitu yayasan. Akhirnya, Tarekat Maria Mediatrix berhasil mendirikan sebuah yayasan di Kota Ambon dengan  nama Yayasan Bintang Timur dengan       Akte Notaris Nomor 5,Tanggal 1 April 1989.

    Dengan melihat bahwa Tarekat Maria Mediatrix telah mendirikan Yayasan Bintang Timur maka Yayasan Santa Theresia, melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan,                 Nomor : 121/Kpts. YT/VI/1990, Tentang Penyerahan Secara Penuh, sekolah-sekolah      asuhan Yayasan Santa Theresia, Keuskupan Amboina dalam wilayah Soakacindan Benteng, yang terletak di Jl. Dr. Malaihollo – Kecamatan Nusaniwe, yang meliputi :                                        Sekolah Taman Kanak-Kanak Xaverius B dan Taman Kanak-Kanak Xaverius C,                           Sekolah Dasar Xaverius D1 dan Xaverius D2 serta SMP Katolik II  di Ambon,telah menjadi milik secara penuh oleh Yayasan Bintang Timur.

    Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan Santa Theresia tersebut  maka selanjutnya, Ketua Yayasan Bintang Timur, menerbitkan Surat Keputusan ,Nomor : 011/Kpts. YBT/KA. TMM/1990, Tentang :

    1. Membatalkan/menghapuskan nama Xaverius yang dipakai oleh sekolah-sekolah di bawah asuhan Yayasan Bintang Timur.
    2. Terhitung mulai : tanggal 01 Oktober 1990, sekoah – sekolah yang berada di bawah asuhan Yayasan Bintang Timur, mulai mempergunakan nama baru yakni :
    1. TK Xaverius B ganti nama menjadi TK Maria Mediatrix I.
    2. TK Xaverius C ganti nama menjadi TK Maria Mediatrix II.
    3. SD Xaverius D1 ganti nama menjadi SD Naskat Maria Mediatrix I.
    4. SD Xaverius D2 ganti nama menjadi SD Naskat Maria Mediatrix II.
    5. SMP Katolik II ganti nama menjadi SMP Naskat Maria Mediatrix.

    Selanjutnya Yayasan Bintang Timur, dalam Surat No. 039/YB/KA- TMM/91, tertanggal 22 Juli 1991, mengajukan permohonan perubahan nama sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Bintang Timur – Ambon, kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Propinsi Maluku. Kemudian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Propinsi Maluku, menyetujui permohonan perubahan nama sekolah-sekolah tersebut dengan menerbitkan Surat Keputusan, Nomor : 221/ I 17/M/91.

    SMP Katolik II Ambon berganti nama menjadi SMP Naskat Maria Mediatrix –Ambon dengan nomor dan tangga lizin Kepala Kantor Wilayah Propinsi Maluku No : 36/I17/M/1990,    tanggal 15 Juni 1990 serta NDS. U 05032008 tetap terpakai. Selanjutnya berdasarkan Surat KeputusanKepala Kantor Departemen Pendidikandan Kebudayaan Propinsi Maluku Nomor : 99/I17/Kpts/M/1990,tanggal 24 Nopember 1992, SMP Naskat Maria Mediatrix mendapat Piagam Jenjang Akreditasi dengan status sekolah:    “ DIAKUI “.

    SMP Naskat Maria Mediatrix – Ambon, akan memasuki usianya yang ke 25 tahun,              pada tanggal 01 Oktober2015. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-25 , SMP Naskat Maria Mediatrix– Ambon,telah memiliki 4 (empat) KepalaSekolah.

    Kepala Sekolah yang telah memimpindan memajukan SMP Naskat Maria Mediatrix- Ambon adalah :

    1. Sr. Bernadetha Weleurat TMM,1990 – 1991
    2. Sr. Esterlina Umpanmetan TMM, 1991 – 1992
    3. Nn. Corie Laratmasse, 1992 –  2011
    4. Sr. Editha Ngobut TMM, S.Pd, 2011 –  2021

    Usia 25 Tahun adalah awal kematangan seseorang. Bagi sebuah lembaga pendidikan Usia 25 tahun adalah usia menuju proses kematangan, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana penunjang. SMP Naskat Maria Mediatrix – Ambon,                             terus berbenah diri agar sejajar dan mampu bersaing dengan SMP lain di Kota Ambon,pada era globalisasi saat ini.

    SMP Naskat Maria Mediatrix, sejak berdiri sudah dikenal oleh masyarakat luas karena letaknya yang sangat strategis artinya dapat dijangkau oleh masyarakat, teristimewa usia wajib belajar. SMP Naskat Maria Mediatrix – Ambon, telah menghasilkan banyak lulusan dan memiliki Visi dan Misi serta tujuan yang jelas, sehingga arah kebijakannya dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Menjadi model bagi sekolah lain, etos kerja yang baik,menajemen pengelolaan yang profesional, guru yang profesional, menjadi modal utama dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan ke depan. Komitmen untuk maju dan berkembang telah lama tertanam pada SMP Naskat Maria Mediatrix – Ambon.

    Komitmen apa pun yang dibangun, tidak terlepas dari manajemen, seorang Kepala Sekolah dengan memberikan perhatian secara penuh terhadap perbaikan mutu pembelajaran, peningkatan profesionalitas guru dan pengembangan minat dan bakat siswa.

    Di bawah kepemimpinan Sr. Editha Ngobut TMM, S.Pd, SMP Naskat MM – Ambon, saat ini memiliki 3 rombel dengan jumlah siswa : 67 orang, Tenaga Pendidik : 16 orang dan Tenaga Kependidikan : 1 orang.

    Sekolah yang berprestasi, bermutu dan berkembang maju adalah sekolah yang memiliki kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh Depdiknas sebagai berikut :

    1. Sekolah Negeri/Swasta memiliki rombongan minimal 6 (enam) rombongan belajar dan memiliki lahan yang cukup untuk berkembang
    2. Sekolah Negeri/Swasta memiliki guru dengan kualifikasi  S1 permata pelajaran dan terlatih, berkualitas, berkompoten dan berkomitmen dalam bertugas.
    3. Sekolah Negeri/Swasta memiliki jumlah siswa perkelas tidak lebih dari 40 siswa
    4. Sekolah Negeri/Swasta memiliki ruang yang memadai dan sedang melaksanakan inovasi pendidikan (life skil,MBK,,MPMBS dan sebagainya).
    5. Sekolah Negeri/Swasta memiliki dewan sekolah atau komite sekolah dan partisipasi                                                                                                  masyarakat yang besar.
    6. Sekolah Negeri/Swasta memiliki prestasi akademik dan non akademik yang cenderung meningkat,memanfaatkan computer, Kegiatan Administrasi, siswa aktif dalam kegiatan belajar dan kesiswaan, guru aktif dalam kegiatan MGMP, Kepala Sekolah aktif dalam kegiatan MKKS dan menunjukan kepemimpinan yang kuat serta efektif.

    Sekolah Standar Nasional Pendidikan (SSN),pada dasarnya merupakan sekolah yang telah memasuki Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang berarti memenuhi tuntutan Standar Pelayanan Minimal (SPM),sehingga diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang standar dan menghasilkan lulusan dengan kompetensi sesuai dengan Standar Nasional yang ditetapkan.Dengan kata lain Sekolah Standar Nasional (SSN),telah mampu memberikan layanan pendidikan kepada anak didik, sesuai dengan standar minimal yang telah ditetapkan. Olah karena itu, Sekolah Standar Nasional (SSN) pada dasarnya dapat berfungsi sebagai sekolah model artinya dapat dijadikan model bagaimana menyelenggarakan Sekolah sesuai     dengan Standar Pelayanan (SP) yang ditetapkan secara nasional.

    Dalam pengertian tersebut biasanya dalam suatu kabupaten kota/Kota terdapat lebih dari satu SMP, yang memenuhi Kriteria sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN).Sebaliknya mungkin ada kabupaten/kota yang tidak memiliki sekolah yang memenuhi kriteria sebagai                   Sekolah Standar Nasional (SSN), seperti yang disebut dalam pedoman pengembangan Sekolah Standar Nasional (SSN), kriteria pemilihan Sekolah Standar Nasional (SSN),                    Kriteria Khusus.

    Sekolah (SMP) negeri maupun Swasta, dapat diusulkan untuk menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN), asal memenuhi kriteria umum yaitu :

    *. Memiliki rata-rata NEM pertahun dan nilai UAN pertahun minimal 6,5

    *. Termasuk sekolah yang tergolong kategori baik di Kabupaten/Kota yang bersangkutan

     yaitu memiliki tenaga guru dan sarana pendidikan yang cukup, serta memiliki prestasi yang  baik.

    *. Sekolah memiliki potensi untuk berkembang

    *. Bukan sekolah yang didukung oleh Yayasan yang memiliki pendanaan yang kuat baik dari dalam negeri maupun luar negeri .                            

    Sekolah Khusus Sekolah Standar Nasional (SSN),merupakan aspek yang terkait dengan proses perkembangan sekolah mencakup beberapa butir yaitu :

    1. Sekolah memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas
    2. Sekolah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berpendidikan tinggi
    3. Sekolah memilik fasilitas (sarana prasarana) yang memadai
    4. Sekolah memiliki kepedulian pada kualitas pembelajaran
    5. Sekolah menerapkan evaluasi secara berkelanjutan
    6. Kegiatan ekstra kurikuler (olahraga,kesenian,LKIR dll) menunjukan peningkatan
    7. Menajemen di sekolah termasuk menajemen yang baik
    8. Sekolah memiliki kepemimpinan yang handal
    9. Sekolah memiliki program-program yang inovatif
    • Program sekolah jelas dan sesuai dengan kondisi obyektif sekolah
    • Program sekolah dibuat dengan melibatkan seluruh keluarga sekolah
    • Kerjasama dan hubungan antar warga sekolah berjalan harmonis
    • Kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar berjalan dengan baik
    • Ruang kelas, Lab,kantor, dan Kamar Mandi/WC dan taman sekolah baik
    • Lingkungan sekolah bersih, tertib, rindang dan aman
    • Guru danTenaga Pendidik disekolah tampak antusias dalam mengajar dan bekerja

    SMP Naskat Maria Mediatrix– Ambon, merupakan salah satu SMP Swasta di Kota Ambon, yang didirikan oleh Yayasan St. Thersia Keuskupan Amboina, pada tahun 1989 dengan nama : SMP Katolik II. SMP Katolik II berproses dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Berkat adanya kerjasama antara Yayasan St. Theresia dan Yayasan BintangTimur maka pada tahun 1990, SMP Katolik II diserahkan sepenuhnya untuk dikelolah oleh Yayasan Bintang Timur sampai sekarang, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan St. Theresia Keuskupan Amboina Nomor : 121/Kpts.YT/VI/1990, tertanggal 30 Juni 1990 tentang Penyerahan secara penuh sekolah sekolah asuhan Yayasan St.Theresia Keuskupan Amboina Wilayah Soakacindan Benteng- Jl.  Dr. Malaihollo – Kecamatan Nusaniwe meliputi Sekolah Taman Kanak-Kanak Xaverius B dan Taman Kanak-kanak Xaverius C, Sekolah Dasar D1 dan Xaverius D2 dan SMP Katolik II di Ambon, Kepada Yayasan BintangTimur. Dengan Surat Penyerahan ini maka sekolah-sekolah dalam wilayah Soakacindan Benteng, telah menjadi milik secara penuh oleh Yayasan Bintang Timur, sesuai Surat Keputusan tanggal 1 Juli 1990, Nomor : 121/Kpts.YT/VI/1990 dari Yayasan Theresia.

    Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada sekolah Swasta telah dilaksanakan penilaian Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama SMP swasta, dalam rangka Akreditasi tahun 1992/1993 , maka berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Nomor : 99/I 17/Kpts/M/1992, tanggal 24 Nopember 1992 SMP Naskat Maria Mediatrix menerima Piagam Jenjang Akreditasi dengan Status “ DIAKUI “.

    Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada sekolah Swasta telah dilaksanakan penilaian Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama SMP swasta, dalam rangka Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) tahun 2012/2013, maka berdasarkan Keputusan Ketua Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Maluku Nomor: 004/BAP/S/M/MALUKU/XI/2012, tanggal 13 Nopember 2012 SMP Naskat Maria Mediatrix memperoleh akreditasi dengan peringkat “B” (Baik).

    SMPSwasta yang sejak tahun 1990 bernama SMP Naskat Maria Mediatrix, dalam statusnya sebagai sekolah formal bertipe B, semakin banyak mendapat perhatian kepercayaan, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sebagai bukti perhatian pemerintah, SMP Naskat MM sering mendapat bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Semua ini merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan sebagai sekolah yang dapat diterima eksistensinya ditengah-tengah masyarakat. Setiap tahun orang tua selalu  mempercayakan anak-anaknya, untuk dididik dan dibina pada SMP Naskat Maria Mediatrix – Ambon.

    “Per Mariam ad Jesum”

    AWAM KELUARGA CHEVALIER

    Bagikan kepada teman-teman anda ...

    “ KEHADIRAN TAREKAT MARIA MEDIATRIX (TMM)” Dalam Keluarga Chevalier PER MARIAM AD JESUM

    Spiritualitas Tarekat Maria Mediatrix

    “SPIRITUALITAS” Tarekat Maria Mediatrix adalah TMM sebagai tarekat religius senantiasa meneladani Bunda Maria yang beriman, setia, tawakal, rela menyerahkan diri, sederhana dan siap sedia melaksanakan karya misi, yang dipercayakan oleh Yesus Kristus dengan tuntunan Allah roh Kudus. TMM menjadikan Bunda Maria sebagai tokoh iman. Melalui Bunda Maria, TMM memasrahkan seluruh hidup dan pelayanannya kepada Yesus sesuai dengan motto tarekat, Per Mariam ad Jesum

    Semangat Belas kasih

    “SPIRITUALITAS” penghayatan AKC adalah Spiritualitas Hati Kudus Yesus, hati yang penuh dengan belas kasih dan bela rasa. Selain berdevosi kepada hati Kudus, AKC juga berdevosi pada Bunda hati Kudus dan santo Yosep teladan dan pelindung para pencinta Hati Kudus Yesus. Lewat semangat ini diharapkan bisa menjawab keprihatinan masyarakat akibat penyakit zaman, meningkatnya budaya kekerasan, materialism, egoism, indiferentisme, dan hedonisme. Setiap anggota AKC perlu menyadari dan mengalami pengalaman akan Kasih Allah dalam hidup pribadi sehingga ia mampu membagi pengalaman itu bagi keluarga, Gereja dan masyarakat dimana saja ia berada dan diutus Menjadi duta cinta kasihNya.

    KARISMA TAREKAT MARIA MEDIATRIX

    Karisma suster TMM adalah Misioner; maka TMMadalah Misionaris yang diutus ditengah dunia yang kompleks, sebagai misionaris, suster TMM bersedia menyerahkan diri, memiliki komitmen, setia dalam perutusannya dan rela berkorban. Yesus Kristus Sang Misionaris ulung adalah, pemercik daya ilahi yang memberi daya dan kreativitas kepada suster TMM untuk tetap tawakal dan setia dalam melayani

    Lirik lagu sekolah minggu

    5  5  5 1 1 1 1 7 1 2 2

    Beta ada beta siap dan melayani (2x)

    Beta ada beta siap, siap beta ada

    Beta ada beta siap dan melayani

    Identitas kaum Awam keluarga Chevalier Indonesia

    Awam Keluarga Chevalier adalah suatu persekutuan, yang dijiwai oleh Spiritualitas hati, yang berakar pada Karisma dan Spiritualitas Pater Jules  Chevalier dan termasuk salah satu anggota dari keluarga Chevalier.

    Keluarga Chevalier terdiri dari: tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK), Tarekat Maria Mediatrix (TMM), tarekat Frater Bunda Hati Kudus (PBHK) dan Awam Keluarga Chevalier (AKC).

    Awam Keluarga Chevalier bersama dengan para Misionaris hati Kudus, Suster Putri Bunda Hati Kudus, Suster Maria mediatrix dan Frater Bunda hati Kudus, menghidupi dan mengambil bagian dalam Karisma,Spiritualitas dan Tugas Perutusan yang sama

    Awam Keluarga Chevalier melakukan pembaktian khusus kepada hati Kudus Yesus, baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan tekun dan setia.

    Karisma dan Spiritualitas Hati

    Kita percaya bahwa Hati Yesus yang berbela rasa mewahyukan cinta Allah tanpa syarat bagi setiap manusia dan semua ciptaan. Kepercayaan akan cinta Allah tanpa syarat, yang merupakan obat bagi penyakit-penyakit Jaman (masyarakat), mengubah hati kita masing-masing. Kita menimba kekuatan dari Hati Yesus yang ditikam sebagai sumber hidup baru da asal mula dunia baru. Kita percaya akan Roh Kudus yang memampukan Yesus Kristus untuk mencintai setiap orang tanpa syarat dengan hati manusiawi. Kita juga percaya bahwa Roh yang sama memperkaya hati kita dengan anugerah-anugerah cinta, rasa terima kasih, sukacita, keberanian dan kesetiaan, serta juga hormat kepada setiap orang dan ciptaan.

    Kita menghormati Bunda Maria, yang dihormati sebagai “Bunda hati Kudus” dan “Bunda Pengantara” dan melalui peranan Bunda Maria, kita menemukan seorang ibu yang menghantar kita kepada Hati PuteraNya. Menghormati Santo Yosep sebagai teladan dan pelindung para pencinta Hati Kudus Yesus.

    Kaum awam mempersembahkan hidup mereka untuk menghidupi, memberi kesaksian dan mewartakan dan berkarya untuk membangun sebuah Dunia baru yang berlandaskaan pada budaya kasih sesuai dengan status hidupnya.

    Akhirnya kami mengucapkan Terima kasih kepada ibu Pemimpin Umum TMM yang sudah mempercayakan kami mengikuti Pertemuan Nasional Awam Keluarga Chevalier ini dan dengan kehadiran TMM, Keluarga Chevalier menjadi lengkap dan utuh.

    Tulisan ini sekaligus menjadi persembahan pada hari dan momen wafat pendiri TMM tanggal 30 Juli 2022

    Salve

    Malaikat Kami

    Bagikan kepada teman-teman anda ...

           Hidup adalah sebuah perjalanan di antara relasi-relasi. Sebagai orang Katolik, relasi-relasi
    yang terjalin antar sesama anak Allah adalah relasi-relasi yang dibangun atas dasar kasih mesrah
    yang merupakan cara hidup yang dituntut oleh Yesus sendiri. Relasi kasih itu hendaknya
    dijalankan dengan setia, pertama-tama bukan supaya kita memperoleh keuntungan darinya, tetapi
    lebih karena ketaatan kepada Allah dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Satu
    tuntutan yang harus dipenuhi dalam kaitannya dengan hai itu adalah supaya kita tetap menjaga
    relasi itu dengan baik demi keselamatan sesama manusia dan kemuliaan Allah. Karena
    sesungguhnya Allah Tritunggal adalah sebuah Comunio atau relasi kasih itu sendiri.
    Amanat di atas adalah salah satu dari sekian amanat yang dimandatkan atau yang kami
    peroleh dari Sr. Teresa Da Costa TMM. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berguna yang
    diberikan oleh seorang yang tidak sedarah dengan kami tetapi yang selalu kami sapa Ibu.
    Mama Suster atau Oma Suster Tere adalah seorang Ibu yang penuh kasih. Seperti seorang
    ibu pada umumnya, beliau sangat mencintai kami anak-anaknya. Beliau mengusahakan apa yang
    kami perlukan dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Beliau membangun
    relasi dengan orang-orang baik yang peduli akan kehidupan sesamanya, semata-mata untuk kami
    anak-anaknya. Beliau tidak mengingat dirinya atau dengan kata lain beliau melupakan dirinya
    sendiri, untuk mengabdi Tuhan dalam diri anak-anak yang beliau asuh. Semua tindakan kasihnya
    beliau lakukan dalam keserhanaan dan kerandahan hati. Beliau tetap hidup dalam semangat
    kesederhanaan karena beliau tahu dengan sangat baik bahwa beliau hanyalah seorang abdi Tuhan
    yang bekerja dan memperoleh kekuatan dari Tuhan dan sesama, sehingga beliau tidak memiliki
    alasan apapun untuk memegahkan atau menyombongkan diri.
    Mama Suster atau Oma Suster Tere juga merupakan seorang TMM sejati yang selalu ingat
    akan saudari-saudarinya yang hidup di komunitas lain. Dalam keterbatasan dan
    kesederhanaannya, beliau masih selalu menyempatkan diri untuk membantu sesama saudarinya
    dengan memberikan sedikit dari apa yang beliau punya. Walaupun sedikit, yang terpenting
    adalah kasih yang beliau sertakan dalam pemberian itu. beliau tidak pernah egois atau ingat diri
    sendiri. Beliau juga sangat peduli akan kehidupan orang-orang di sekitarnya. Para tetangga, para
    pengurus RT dan RW, tukang becak, para pemungut sampah, dan orang-orang kecil lainnya
    beliau perhatikan dan beliau salurkan kasih Tuhan melalui pemberian yang sederhana. Seperti
    MGR. Joannes Aerts yang tidak ingat akan keselamatan dirinya sendiri, tetapi hidup untuk orang
    lain, Mama Suster Tere pun melakukan hal yang sama. Dengan semua tindakan atau kenyataan
    ini, beliau patut disebut sebagai Putri Joannes Aerts yang sejati.
    Mama Suster atau Oma Suster Tere dalam menjalani misi Tarekat, beliau memperoleh
    banyak tantangan dan kesulitan, baik dari orang lain maupun orang yang dekat dengannya.
    Tetapi semuanya itu tidak menjadikannya putus asa dan patah semangat. Beliau memandang
    semuanya itu sebagai salib yang Tuhan berikan padanya. Salib hidup yang jika dipanggulnya
    dalam kesetiaan, akan mengantarnya kepada kemuliaan Tuhan. Salib itu semakin berat ketika
    beliau harus menghadapi kenyataan bahwa sebuah penyakit ganas bersarang di tubuhnya. Tetapi
    karena cinta kepada Tuhan, Tarekat, dan sesama, beliau tidak menyerah dan tetap berjuang.
    Beliau juga tidak mau menyusahkan orang lain, sehingga penyakitnya itu beliau simpan dalam
    hati dan beliau renungkan serta beliau terima sebagai salib.
    Salib itu semakin berat dan semakin dekat dengan kemuliaan Tuhan ketika beliau harus
    masuk ke Rumah Sakit guna melakukan operasi untuk mengangkat penyakitnya itu. operasi
    dilakukan dua kali dengan kondisi yang tidak stabil. Setelah operasi kedua, beliau sempat
    beristirahat di biara selama kurang lebih satu bulan dan kemudian dilarikan lagi ke ICU karena
    kondisi yang semakin melemah. Selama seminggu beliau dirawat di RS sebelum akhirnya meliau
    menghadap Tuhan dalam kemuliaan. Selama masa-masa sakitnya, beliau masih sempat
    membantu banyak orang. Beliau juga memperoleh perhatian dari banyak orang. Hal ini
    menunjukkan bahwa beliau adalah orang baik, orang sederhana, orang renda hati yang dekat
    dengan sesama, mencintai sesama.
    Beliau melakukan semuanya itu karena ketaatannya terhadap Tarekat sebagai bentuk
    ketaatan kepada Tuhan dan penghargaan kepada sesama.
    Banyak pelajaran-pelajaran baik yang kami anak-anaknya peroleh dari malaikat kami ini,
    yakni ‘harus selalu mencintai Tuhan dan sesama’, ‘tidak ada orang yang hidup untuk dirinya
    sendiri tetapi hidup untuk orang lain’, ‘tetap hidup sederhana karena Tuhanlah yang memberikan
    segala yang kami perlukan melalui orang-orang baik yang mau membantu’, ‘tetap harus berjuan
    walaupun situasi semakin sulit’, ‘tetap tersenyum dalam segala situasi” dan ‘harus tetap setia
    mamanggul salib yang Tuhan berikan’.
    Mama Suster atau Oma Suster adalah Malaikat yang Tuhan kirim untuk melayani anakanak yang Tuhan sendiri titip padanya. Beliau bagi kami adalah malaikat baik, ibu yang penuh
    kasih, sahabat setia, teman perjalanan, penolong yang rendah hati, Suster yang sederhana,
    manusia dengan senyum termanis, TMM setia, dan Putri Joannes Aerts sejati.


    Senyum Itu Kini T’lah Tiada


    Kepergianmu menorehkan sejuta goresan luka pada setiap dinding hati yang
    mengenalmu.
    Kami pun belum bisa memahami arti kepergianmu.
    Perjalanan masih teramat panjang, namun engkau telah mengakhirinya dalam
    dekapan penderitaan yang singkat.
    Tuhan berada dalam dekapanmu dan engkau berada dalam dekapan-Nya kala
    waktu merenggutmu dari dunia fana ini.
    Senyum itu kini t’lah tiada.
    Engkau pergi untuk selamanya dan tak’kan kembali lagi hingga kita bersua nanti
    di keabadian.
    Doakan kami selalu dalam tatapan sunyimu di hadapan sang Hakim.
    Maafkan kami jika dalam tatap dan sapa, ada salah yang menyakitimu.
    Pemilik senyum manis, bahagialah bersama Tuhan kita.
    Tetaplah tersenyum dari surga-Nya untuk kami yang masih dalam peziarahan.
    By. Fr. Jiro SVD

    Kirim Pesan
    1
    Tarekat Maria Mediatrix
    Halo. Selamat datang di Tarekat Maria Mediatrix.
    Ada yang bisa kami bantu?